Jakoholic1's Blog











{Desember 5, 2010}   [One Shoot] Kematianku

Cast :
• Park Jiyeon (T-Ara)
• Lee Taemin (SHINee)
• Ryu Hwa-Young (T-Ara)
• Lee Sung Jong (Infinite)
• Ryu Hyo-Young (Co-Ed School)
• Luna f(x)
• Suzy (miss A)

Namaku Jiyeon, di sekolah aku adalah siswa yang sangat pendiam dan jarang bergaul dengan teman-teman di kelasku. Entah mengapa sepertinya mereka membenciku. Dulu aku pernah ingin bergabung bersama sekelompok anak-anak gaul di sekolahku, tapi mereka malah meremehkan dan mengusirku. Semenjak itu aku jadi tidak suka bergaul. Itu sekilah masa laluku.

“Jiyeon-ah, mau pergi ke sekolah bersama?” ajak seorang temanku, dia bukan sekedar teman bagiku dia adalah sahabatku.
“Aniyo, kau duluan saja aku masih ada sedikit urusan.” Jawabku sembari tersenyum padanya.
“Baiklah, kalau begitu aku duluan saja.” Sahutnya.
“Ne!” balasku.
“Bye” ia melambaikan tangan sembari menjalankan motornya.

Aku dan Taemin sudah bersahabat sejak kami masuk ke sekolah yang sama. Dan sampai sekarangpun kami masih bersahabat dengan baik. Walaupun rumah kami berjauhan, tetapi hamper setiap pagi Taemin selalu menjemputku.

“Umma, aku pergi dulu.” Aku segera berlari keluar ketika urusanku selesai.
“Ye, hati-hati ya!” kata umma.aku segera pergi ke halte bis, dan untung saja aku tidak terlambat karena ini adalah bis terakhir yang berangkat pagi.

Sampai di halte dekat sekolahku, aku bertemu dengan si kembar. Mereka adalah Hwa-young dang Hyo-young. Mereka terkenal seagai kembar yang sangat modis. Aku tidak mengenal mereka, tapi mereka sangat ramah pada semua orang mereka juga sangat terkenal dan pandai.

“Hai, kamu yang waktu itu menolongku merapikan buku di perpuskan?” Tanya salah seorang dari si kembar.
“Oia, kamu pasti bingung.” Kata salah seorang lagi
“Perkenalkan namaku, Hyo-young dan ini kembaranku namanya Hw-young” kata Hyo-young.
“Apa kamu masih ingat yang waktu itu?” Tanya Hwa-young
“Yang di perpus?” tanyaku mengulang.
“Ya, yang waktu itu.” Ia langsung menjawab dengan wajah yang berbinar.
“Hahaha… terimakasih telah menolong saudara ku yang ceroboh ini ya.” Hyo-young berterimakasih
“Bagaimana sebagai balasannya kau kami beri tumpangan ke sekolah?” tawar Hwa-young.
“Kamsahamnida, hajiman aniyo.” Jawabku sopan.
“Kau tak usah ragu” kata Hyo-young, lalu keluar dari mobil dan menarik tanganku menyuruhku masuk mobil mereka.
“Hahaha… ayolah” bujuk Hwa-young.
“yaya, baiklah” akhirnya aku menyerah
Kami melaju dan tidak terasa kami sudah berada di lapangan parkir.
“Gumawo atas tumpangannya.” Ucapku seraya pergi meninggalkan meeka dan berjalan menunduk menuju kelas.
“Hati-hati ya…” Hwa-young melambaikan tangannya padaku.
________________________________________

Setiba di kelas aku disambut dengan wajah yang masam dan senyuman sinis dari seorang teman sekelasku, yaitu Luna. Dia adalah salah seorang dari dua temanku yang senang menindasku dan mempermalukanku.

“Ya, ngapain kau dengan si kembar?” tanyanya sinis dan selalu ingin tahu.
“Kau ingin terkenal seperti mereka?” Tanya seorang lagi, namanya adalah Sung Jong.
“Tidak mungkin dia bisa terkenal seperti si kembar, cantik saja tidak.” Sahut Luna menjenkelkanku. Tapi aku tetap diam.
“Ya, jangan ganggu Jiyeon.” Kata seseorang dari luar.
“Hah! Si pecundang.” Balas Sung Jong di sambut ketawa teman-teman sekelas.
“Joriga!” Taemin mengusir mereka denan tatapan yang tajam
“Mworago? Kau siapanya dia!” jawab Luna.
“Aku sebagai ketua kelas dan yang bertanggung jawab atas kelas ini melarang kalian untuk berkelahi di kelas!” Taemin si ketua kelas dan sahabatku membelaku. “Cepat duduk ke bangku kalian!” perintahnya lagi.
“AH!” Luna berteriak.
“Jjajeungna!” rintihku dengan suara yang kecil.
“Gwaenchanayo?” Tanya Taemin perhatian.
“Ne, gumawoyo.” Aku hanya tertunduk dan segera menuju ke bangkuku.

Sebenarnya aku sediah tapi apa boleh buat, aku hanya sendirian dan tak merasa berkawan di kels ini selain dengan Taemin. Tapi, Taemin sekarang sudah jarang bersamaku karena dia amat sibuk dengan tugasnya sebagai ketua kelas dan binbingan yang dia ikuti di sore hari.

Terus terag saja Taemin adalah anak yang termasuk pandai di kelas, ia selalu menjadi juara 1 di kelas. Jadi, aku sadar diri saja, dia juga lumayan tampan dan aku sadar aku mulai harus membiasakan diri sendiri. Walaupun aku tahu dia berusaha mendekatkan diri padaku, tapi aku masih harus menjaga jarak dengannya.

“Baiklah teman-teman karena hari ini Park Dong Bo son saeng tidak bisa masuk karena dia sedang sakit, maka dia memberikan tugas untuk mencatt pelajaran yang akan dia ujikan setelah dia sembuh dari sakitnya.” Jelas Taemin
“Memangnya dia sakit apa?” Tanya seorang siswa.
“Aku juga kurang tahu dia sakit apa, tapi dia memberikan tugas padaku untuk menyuruh kalian mencatat.” Ia menjawab.
“Yayaya, sebaiknya kau cepat catat di papan tulis!” sahut seorang siswa lagi dari belakang tempat dudukku.
“Baiklah, aku akan minta bantuan pada Jiyeon utnuk mencatatnya di papan tulis.” Ia melihat ke arahku. “Bisakah kau mencatatnya Jiyeon-ah?”
“Mengapa kau memintaku?” aku bertanya dengan suara an kecil.
“Sudahlah, kau jangan banyak Tanya. Cepat catat tugasnya dan setelah tu kita selesai.” Jawab siswa yang berada di belakangku tadi.
“Sudahlah kalian ini jangan rebut!” bentak Taemin. “Nah, Jiyeon-ah tolong mulai mencatat”
Aku maju dan menganbil buku yang diberikan Taemin padaku, lalu mengambil kapur dan mulai mencatat di papan tulisn yang masih bersih itu.
“Ah, kau tidak bisa menulis ya?” teriak seorang yang aku kenal suaranya.
“Jelek sekali tulisanmu!” aa lagi yang berkata seperti itu.

Aku menoleh ke belakang dan ternyata Luna dan Sung Jong yang dari tadi mengejekku. Aku kembali menulis di papan tulis. Walaupun mereka bilang tulisanku jelek, aku tidak perduli. Aku harus segera menyelesaikannya.

“Hei, yang rapi dong tulisannya. Gak bisa kebaca tuh!” teriak seorang siswi
“Mianhae” aku menoleh ke belakang dan minta maaf padanya.
“Sudahlah, kalian cepat catat saja!” Taemin membelaku lagi.
“Kamsahamnida Taemin-ah, kau masih perhatian padaku.” Ucapku dalam hati.
Akhirnya selesai juga catatan ini, dan aku kembali duduk di bangkuku dan mengambil buku catatan di dalam laci. Tiba-tiba ada seseorang yang menydorkan sebuah buku yang bertuliskan catatan Bahasa Inggris.
“Ambillah dan catatlah setelah selesai kau bisa mengembalikannya.” Sodor Taemin
“Taemin-ah kau terlalu baik padanya!” sela salah satu siswi, lalu menarik tangan Taemin dan menjauh dariku.
“Gumawo, Taemin-ah”
“Ne, mianhae aku harus pergi.”
“Geunde….”

Taemin menatap ke arahku tapi apa daya tangannya sudah di tarik. Aku dengar yang menarik tangan Taemin itu adalah Suzy dan dia memang menyukai Taemin dari dulu.

“Haha, kasian sekali kau tak berkawan.” Luna kembali mengejekku.
“Dasar cupu!” tambah Sung Jong
________________________________________

Pelajaran hari ini berakhir, aku segera pulang ke rumah dan mengunci diri di kamar.

“Jiyeon-ah, makanlah dulu” teriak ibuku dari lantai bawah
“Ne, umma!”

Tapi aku tidak mau keluar kamar dan aku tertidur pulas sampai keesokan paginya. Walaupun tubuhku dan pikiran ku terasa lebih segar hari ini, tai entah mengapa aku sangat malas pergi ke sekolah.

“Jiyeon-ah, makan dulu sebelum pergi ke sekolah!” teriak umma
“Ne umma, aku segera turun.” Jawabku

Aku segera turun ke bawah dan medapati umma dan appa sudah siap dan sedang duduk di ruang makan menanti kedatanganku.

“Kenapa kau semalam tak turun untuk makan?” Tanya appa sambil terus membaca Koran
“Aku lagi tidak mood untuk makan.” Jawabku
“Apa kau sakit?” Tanya umma khawatir.
“Ani umma, hanya perlu istirahat saja.” Jawabku lagi
“Kalau ada sesuatu yang perlu kau bicarakan katakana saja pada appa, jangan disimpan dalm hati.” Kata Appa perhatian.
“Baiklah, kalau begitu habiskan makananmu dan segera pergi ke sekolah sebelum kau terlambat.” Kata umma.
“Ne”
Selesai makan aku segera berpamitan pada appa dan umma.
“Hati-hati di jalan.” Umma memperingatkan.
“Ne” hari ini perasaanku agak sedikit sesak dan tidak enak. Entah mengapa,biasanya perasaanku tidak seperti ini. Aku mulai khawatir dengan diriku sendiri
“Ah, hanya perasaanku saja!” aku menguatkan diriku sendiri

Tapi entah kenapa kepalaku tiba-tiba sangat sakit dan sangat pusing. Aku merasa di sekelilingku berputar. Aku memaksakan diri untuk berjalan ke halte.

Sebelum, tiba-tiba aku ……
________________________________________

Di Sekolah

Bel sudah berbunyi, dan wali kelas segera masuk. Aku duduk di bengkuku seperti biasa. Tapi terasa ada yang berbeda dan aneh hari ini.

“Anak-anak selamat pagi!” sapa wali kelasku. Namanya adalah Nam Cha Ran son saeng.
“Selamat pagi son saeng nim!”
“Ada apa son saeng?” Tanya salah satu siswi di kelasku
“Kenapa kau menangis tersedu-sedu?” Tanya Taemin.
“Hari ini, salah satu mena kalian mengalami kecelakaan.” Aku terkejut dan langsung melihat ke sekelilingku, tapi semua bangku sudah terisi oleh siswa dan tak ada yang tak turun.
“Nugu?” aku bertanya dalam hati.
“Apakah dia selamat?” Tanya Taemin lagi.
“Setelah kecelakaan dia segera di bawa ke rumah sakit oleh orang di sekitarnya tapi….” Kalimatnya diputus oleh Taemin
“Tapi apa son saeng?” ia bertanya tak sabar
“Tapi dia tidak selamat!” lanjutnya dengan tangis yang meledak.
Seketika aku terdiam.
“Siapa dia son saeng?” Tanya Sung Jong.
“Park Jiyeon?” jawab seorang siswa di belakang tempat dudukku.
“Ne,” jawab Cha Ran son saeng.

JGEEEEERR!!!!

Bagai tersambar petir kepalaku langsung panas dan darahku terasa mengalir dengan cepat, aku segera berdiri dari tempat dudukku dan berteriak

“AKUDI SINI TEMAN-TEMAN! AKU BELUM MATI!” teriakku
Tapi tidak ada yang menghiraukanku.
“Aku tiak percaya sekarang Jiyeon tiak ada.” Luna berkata lirih. Aku segera mendatangi tempat duduknya
“Luna-ah, aku di sini di sampingmu. Apa kau tidak melihatku?” tidak ada jawaban
“Taemin-ah aku masih hidup!” aku mendatangi tempat duduk Taemin dan berterik, tapi tidak ada respon dia hanya diam dan tertunduk. Tak lama aku melihat air matanya jatuh.
“Cha Ran son saeng aku di sini!” aku berkata lemah pada Cha Ran son saeng

Tapi tetap tidak ada respon. Aku berdiri mematung di depan melihat sekelilingku. Teman sekelasku semua menangis.

“AKU DI SINI! AKU BELUM MATI!” aku kembali berteriak.
“Jadi, hari ini seluruh guru dan siswa akan berkunjung ke pemakaman Jiyeon. Mohon hubungi orang tua kalian dan dipersiapkan. Ibu harap kalian kuat!” Cha Ran son saeng berdiri tegak dan mengatakan hal yang aku piker tidak mungkin itu.

Aku segera berlari pulang ke rumah.
Di sana aku temukan appa dan umma senga menatap peti serta rumahku menjadi sangat ramai oleh orang yang menangis.

“Jiyeon-ah jangan tinggalkan umma!” aku melihat umma menangis terisak dan didampingi oleh appa

Aku mendekati peti itu, dan sangat terkejutnya diriku ketika melihat tubuhku terbaring lemah dengan wajah yang pucat itu.
Aku menangis, tak lama teman-temanku datang.

“Hwa-young, Hyo-young!” aku melihat mereka yang sudah menangis juga
“Taemi-ah?” aku melihat ia menangis juga.
“Ahjjushi, Ahjuma!” Taemin segera mendekati orang tuaku.
“Taemin.” Umma segera memeluk Taemin.
“Aku tdak bisa berkata apa-apa Ahjuma!” Taemin menangis di pelukan umma.
Orang tuaku hanya diam dan kembali menatap peti mati itu.
________________________________________

Tiba pemakamanku dan semua berkumpul tepat di depan peti matiku. Aku dibelakang mereka dan menatap dengan perasaan campur aduk.

“Umma dan appa, Taemin-ah, dan semua orang selamat tinggal.” Aku diam, aku lemah, dan aku hilang…..

Selamat tinggal!

TAMAT…

Mohon komen kalian ya chingu .
hhehe



annyeong chingu, ini jinhyeon yg nulis ff ‘i will do the revenge’…
hehe mampir jg kan kesini :D
bagus kok ffnya… terbitin aja ke ffindo, syg kl ga ditrbitin…



annyeong chingu, salam kenal..
gumawo udah mampir
hehehe
makasih ya pujiannya *ge-er*
n_n



diandiod says:

Annyeong^^
Ak reader br dr blog sblah.

Waah, kasianny Jiyeon tp untg ad Taemin yg baik hati.

Bagus ff ny tp rada menyedihkan nasib Jiyeon. HwaiTaeng !!



iya , gumawo udah berekunjung
hehehe
iya, saya juga kasian sama Jiyeon dalam ff ini

sering” mampir ya chingu .. ^_^



Sedihhh..
Aku nangis bacanya .
Kasian jiyeon.
Daebak deh thor.



sering-sering mampir ya chingu,
slam kenal
:))



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: