Jakoholic1's Blog











{April 27, 2011}   Jung Sisters Shoot

Waktu saya tau kalo Krystal dan Jessica sodaraan, saya sempat kaget soalnya mereka terlihat gak terlalu mirip satu sama lain. trus saya coba share foto-foto mereka. Ternyata emang bener kalo mereka itu sodaraan

Hem’mm menurut kalian antara kedua cewek cantik ini yang mana yang lebih cantik sang kakak Jessica atau sang adik Krystal?
hayooo??😀😀



{Januari 1, 2011}   [One Shoot] Aku, Sahabatku

Cast :
– Kevin U-Kiss
– IU
– Luna f(x)
– Go Hara Kara

“Kenapa kamu gak nembak dia? Padahal kan dia suka benget sama kamu. Dan kamu tau hal itu.“ Senggol IU ketika mereka melihat Luna duduk sendiri.

“Iya, tapi sampai saat ini aku enggak bisa suka sama dia.“ Jawab Kevin sambil tertunduk.

“Belajarlah pasti kau bisa.“ IU tersenyum manis.

“Maunya sih gitu, geunde aku juga lagi suka sama seseorang…“ kata-kata Kevin terputus.

“Nuguseyeo?“ IU yang kaget spontan langsung bertanya.

“Teman dekatnya dia. Kamu pasti tau orangnya!“ Kevin lalu melihat IU lekat

“Aniyo… emang siapa, jangan-jangan aku? hahaha“ ia tertawa karena perkataan dirinya sendiri.

“Tepat!”

“Ha?” IU terbengong denan jawaban jujur Kevin. Kevin hanya memandangnya.

“Ah bercandamu kelewatan”

“Ani! beneran aku serius, dua rius malah. Selama ini kamu hanya memikirkan orang lain, tapi kamu enggak pernah memikirkan perasaanmu sendiri. Aku yakin pasti kamu mencintai aku, katakan IU!“ Kevin segera mendesak IU.

“Enggak!“ tampik IU tegas.

“Aku melakukan semua ini tanpa memikirkan apapun, lagian aku enggak suka sama kamu!“ lanjut IU.

“Kamu bohong! Bilang aja kamu suka sama aku“ Kevin terus mendesak IU.

“Enggak! aku enggak pernah bohong apalagi sama perasaan ku sendiri.“ IU mengulangi kalimatnya lagi lalu pergi eninggalkan namja itu, entah dia menangis atau tidak.

Sepulangnya, di jalan IU terus berfikiran seperti itu.
Sampai esok harinya lagi dia kembali bertemu dengan namja itu dan memintanya datang setelah pulang sekolah ke bangunan tua di belakang sekolah. Walaupun gak malas, tapi dengan terpaksa IU akhirnya menyanggupinya.

Dengan alasan yang dibuat-buat untuk menutupi permasalahannya dengan Kevin, IU membuat alasan yang cukup masuk akal. Sepulang sekolah IU segera memisahkan dirinya dari Luna, sahabat baiknya yang sedang suka dengan Kevin.

“Apa perlu aku menunggumu?“ Luna menawarkan.

“Anieyo, aku akan pulang sendiri nanti.“ IU meyakinkan.

“nde, kalau ada apa-apa telpon aku segera ya!“ Dengan baik hati Luna kembali menawarkan diri.

“Ok! Sampai etemu besok di sekolah“ IU tersenyum sedikit terpakasa, tapi tetap manis.

“Bye!“ seger Luna meninggalkan kelas dan bergabug dengan anak-anak lain.

Sepeninggal Luna IU segera membereskan barang-barangnya dan lansung menuju ke tempat antara IU dan Kevin berjanjian akan bertemu.

“Akhirnya kamu datang juga.“ Kevin segera menarik tanagan IU.
“Ada apa kamu manggil aku ke sini?“ dengan wajah poles IU bertanya.

“Masa kemarin aku kurang jelas mengatakakannya? Aku ingin kamu ngejawab pertanyaanku yang kemaren.“ Dengan santai dan tangan yang dilipat di depan dada Kevin berbicara.

“Pertanyaan yang mana?“ IU mencoba memastikan.

“Kamu lupa?“ Kevin agak kecele denga pertanyaan balik dari IU.

“….“ IU diam.

“Oke aku akan mengulangnya lagi, mau gak kamu jadi ‘pacar‘ aku?“ Kevin kembali dengan wajah dan tutur kata yang lembut.

IU terdiam, ia sedikit menunduk. Tapi matanya mulai basah, entah apa yang terjadi padanya. Kevin yang memandangnya heran segera saja mengangkat wajah IU yang tertunduk.

“Mengapa kau menangis?“ tanya Kevin perhatian.

“Mian…. aku..ak…ak…, aku enggak bisa!“ jawab IU dengan nada suara yang bergetar dan segera menangis. Bibir IU tidak sanggup lagi bergerak untk mengeluarkan kata-kata, dan ia berusaha menyembunyikannya dengan mengigit bibirnya. IU kembali tertunduk dan menangis.

Perlahan dengan lembut Kevin kembali mengangkat wajah IU yang sedang tertunduk. “Aku benar-benar cinta sama kamu.“ dan setelah mengatakan kalimat itu, tiba-tiba bibir Kevin sudah menempel di bibir IU. Dan IU hanya bisa diam, dan membalas kecupan itu dengan lembut. Cukup lama mereka melakukan hal itu, tanpa mereka sadari
seorang gadis sudah berdiri di depan pintu bangunan tua itu. Luna.

Mereka (IU dan Kevin tentunya) yang sedang berciuman dengan mesra itu akhirnya menyadari kehadiran seseorang lagi diantara mereka.

“Lu…Luna…, mian….“ spontan Luna langsung berlari keluar, dan IU mengejarnya. Tapi tangan IU di cekal oleh Kevin.

“Apa-apaan sih, lepasin aku!“ pekik IU, tapi Kevin mengalah tetap berusa menahannnya. Tangan Iu akhirnya lepas dari genggaman Kevin.

IU segera berlarian mengejar Luna tanpa memeredulikan Kevin lagi, yang hanya ada di pikirannya sekaranga adalah Luna Luna dan Luna.
Sesampainya di jalan raya yang sangat ramai dengan kendaraan, Luna segera menyeberang. Tapi tiba-tiba ada sebuah truk yang ingin menabraknya…..

“Luna awas!!! IU mengejar Luna, supir truk itupun segera berusaha menghentikan lajunya. IU segera berlari tanpa pikir panjang mberusaha melindungi Luna. Tubuh Luna segera di dorong oleh IU hingga tubuhnya terjatuh ke trotoar seberang jalan tapi ………..

Luna selamat, IU segera dilarikan ke rumah sakit.
________________________________________

“Semuanya gara-gara kamu, kalau kamu enggak lari ke jalan raya yang ramai itu, IU pasti enggak akan seperti ini!“ teriak seorang pria pada Luna.

“Ini bukan salahku tapi salah dia sendiri, kenapa dia mengejar aku?“ sebuah jawaban yang amat egois yang keluar dari mulut sahabat seseorang yang serang terbaring lemas di salah satu kamar rumah sakit itu.

“Karena dia sayang sama kamu!“ jawab pria itu, Kevin dengan suara keras dan membentak serta memaki.

“Ya! Dengar. Kalu dia sayang padaku kenapa dia berciuman dengan orang yang disukai sahabatnya?“ Luna masih egois.

“Aku yang menciumnya, dan itu karena aku suka sama dia, bukan dia yang suka sama aku. Aku yang nembak dia, dan dia hanya mikirin kamu dalam semua itu. Dia selalu berusaha menjauh dari aku, dan menbujukku untuk menembakmu. Tapi aku enggak mau, aku mencintai IU!“ Kevin mempertegas dan memperjelas semua kejadian yang salah paham itu.

“Tetap saja aku enggak akan pernah sudi dia jadian sama kamu, aku yang lebih cinta sama kamu bukan dia!“ tembak Luna.
“Dengar ya Luna, orang yang rela berkorban demi kamu, itulah orang yang aku cintai!“ tak enti-hentinya Kevin membentak Luna yang egois itu.

Tiba- tiba seorang pria paruh baya keluar dari rungan dengan menggunakan jubah putih diikuti dengan seorang suster di belakanganya. Sedangkan di dalam masih banyak para suster dan dokter yang berkerumun menangani kondisi IU yang terlihat lemah itu. Salah seorang Dokter akhirnya keluar terlihat sedikit cemas dan segera melihat ke arah mereka berdua (Kevin dan Luna).

“Maaf, teman kalian membutuhkan banyak donor darah, karena dia kehilangan banyak darah. Dan saat ini kam tidak punya golongan darah yang dia butuhkan saat ini.“ Kata sang dokter.

“Ambil darah saya aja Dok!“ tanpa pikir panjang Kevin mengarahkan tangannya kepada sang dokter.

“Baiklah, tapi kami harus memeriksa terlebih dahulu apakan golongan darah anda cocok dengan golongan darah teman anda ini.“ Jawb dokter tersebut.

Setelah diperiksa, golongan darah Kevin tidak cocok dengan golongan darak IU, sedangkan orangtua IU sudah meninggal dan ia tidak punya saudara di kota ini.

“Dok, pasien ini memanggil-manggil nama ‘Kevin‘ dari tadi.“ Suster yang meapor sepertinya habis berlarian karena nafasnya agak tersengal-sengal.

“Baik suster saya akan segera menemui IU!“ sahut Kevin mantap.
________________________________________

Kevin datang dengan wajah yang sedih, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Sedikit kesadaran IU terlihat di mata Kevin sewaktu ia menggenggam tanga IU yang pucat dan lemas

“IU kamu sudah sadar?“ tanya Kevin agak kager tapi senang.
IU tersenyum sedikit dan dengan susah payah ia mengucapkan sebuah kalimat permohonan.

“Kevin, kalau aku udah gak bisa bertahan lagi aku mohon jaga Luna untukku, aku mohon…“ kata Ryako terbata-bata sambil menangis.

“Huss! Kamu enggak boleh ngomong begitu!“ Kevin kembali menggengam erat tangan IU.

________________________________________

Akhirnya golongan darah yang dibutuhkan IU sudah datang. Keesokan harinya IU sudah mulai membaik dan Kevin turus datang untuk menjenguk serta begantian jga dengan kakak angkat IU yaitu, Go Hara.

Seminggu kemudian, IU sudah bisa pulang dengan kondisi yang masih agak lemah, dia kembali ke ruamahnya.

Dan sudah 5 hari setelah 2 hari kejadian itu tidak ada kabar apapun dari Luna karena ia tidak masuk sekolah lagi. IU yang mendengarnya kaget sekali.

Tiba-tiba dari pintu luar terdengar ketukan pintu. Go Hara segera berdiri untuk membuka pintu itu.

“Biar aku saja unni.“ Cegah IU.

“Baiklah, hati-hati IU.“ Sahut Hara agak cemas.

Kemudian Iu berjalan ke depan pintu dan mencullah seorang pria berjas hitam rapi. IU agak sedikit heran dengan orang ini. Orangitu mengaku bahwa ia adalah orang suruhan Luna untuk nmengantarkan sebuah amplop yang berisi kertas surat di dalamnya.

“Maaf apakan anda yang bernama IU?“ tanya seorang pria tersebut.

“Iya benar, ada apa?” Tanya IU agak sedikit heran.

“Saya hanya ingin mengantarkan amplop ini.” Pria itu memberikan sebuah amplop coklat kecil.

“Oh, terima kasih. Dari si…..” ketika hendak bertanya orang itu sudah pergi.

“Tunggu….! Aaakh aw…” Iu sedikit berteriak namun kepalanya agak sedikit sakit.

“Ada apa IU?” Tanya Go Hara dan Kevin dari dalam segera berlari mehampiri IU.

“Tidak apa.” IU segera digendong oleh Kevin masuk ke dalam.

“Siapa tadi yang mengetuk pintu, IU?” Tanya Go Hara.

“Molla.” IU memonyongkan bibirnya

“Jadi, tadi dia hanya memberikan ini dan bilang kalau ia disiruh oleh Luna memberikan ini padaku.” Jelas IU pada Hara dan Kevin.

“Apa isinya?” Tanya Hara penasaran.
IU segera membukanya yang disaksikan oleh Kevin dan Hara di sampingnya.

“Apa isinya IU?” Kevin segera buka mulut.

IU segera membacakan isi surat singkat itu;
IU mianhae semua ini kesalahanku Aku tidak tahu kalau sebenarnya kau menyukai Kevin dan aku juga meghalangimu bisa dekat dengan Kavin selama ini. Mungkin saat kamu membaca surat ini, aku udah enggak ada lagi di sini. Aku harus pergi ke Swedia, menyusul orang tuaku dan aku akan tinggal dan sekolah di sana serta mentap di sana. Aku harap hubunganmu dengan Kevin bisa berjalan baik, aku juga sudah merelakannya. Selamat tinggal dan sampai jumpa lagi kawan. Semoga kalian bisa bahagia bersama dan cepat sembuh ya IU. Aku merindukanmu. Doakan aku juga yea semoga aku bisa ngedapetin cowok yang cocok yang lebih baik lagi. Selamat tinggal
Saat itu juga IU menangis membacanya dan Kevin segera memeluknya erat. Akhirnya mereka berdua pun dapat dengan tenang melanjutkan hubungan yang rumit ini dengan mudah.

“Selamat tinggal Luna, semoga kau bahagia dan kita bisa bertemu lagi“ ucap IU dalam hati.

Hara yang melihat tangis gembira IU ikut tersenyum dan memeluk erat adik angkatnya yang di sayangi itu, Kevin pun bahagia dan mereka semua berbahagia dan bisa tersenyum lepas.

***
LUNA :
“Perkenalkan nama ku Luna, senang bisa berkenalan dengan kalian.“ Perkenalan singkat dari Luna pada teman-teman barunya di kelas.

Sementara di pojok kelas itu ada seseorang cowok yang memperhatikannya dari pertaman perkenalan, lalu ia tersenyum manis…..

THE END



Ada Apa Denganku?

Sejak kapan ini aku rasakan
Tapi sedikit mengganjal di hati tetapi tidak sakit
Sejak hari itu
Aku dan Dia
Bertemu dalam sebuah acara
Bagaimana ini??

Apa dia juga merasakannya?
Dan apa perasaannya sama denganku?
Itu yang aku tanyakan sekarang pada pikirinku
Di saat aku bersama dengannya selalu muncul degupan di dada
Apa maksudnya?
Apa aku mulai dengan perasaan ini sejak bertemu dengannya
Biarlah
Aku akan simpan sementara
Saat semua benar-benar jelas aku akan tahu sendiri
Kini aku akan jalani hari-hari dimana aku akan sering bertemu dengannya

Tiffany
Aku harap kau punya perasaan yang sama ~



{Desember 6, 2010}   Panggil Aku Tiffany

Panggil Aku Tiffany

Akulah Tiffany
Kenapa semua orang bilang aku lemah? aku baik baik saja!
Aku bukan orang yang lemah, cengeng dan apalah kata orang
Aku hanya ingin bahagia
Namaku Tiffany, Hwang Tiffany
Kesal!
Mereka selalu menganggapku remeh
Aku tidak suka dengan mereka
Aku harap mereka bisa mengerti perasaanku ini
Hanya Taeyeon yang tahu benar seluk-beluk diriku
Dan satu orang lagi yang sering mengejekku, tapi…
Ada sedikit rasa sesak setiap aku menatap orang itu
Namany adalah
Wooyoung oppa!!
aku kesal sekali dengan orang itu
Dia tidak pernah tidak mengejekku jika kami bertemu dalam sebuah acara
Tapi, sepertinya rasa yang aku rasakan berbeda dari sebelumnya
Rasa sesak namun hangat
Entah sejak kapan jantungku selalu berdegup kencang di saat ada dia
Tapi rasa ini hanya aku simpan
Dan hanya dia dari semua orang terdekatku yang melindungiku sepenuhnya
Walaupun dia sering sekali mengejek dan menjailiku dan juga terkadang menjengkelkan
Hanya saja setiap di dekatnya tak hanya rasa kesal yang ku dapat tapi juga rasa senang
Senang yang sangat berarti bagiku
Dan akan aku simpan
Entah apa maksud dari rasa itu?
Tapi sepertinya aku jatuh cinta padanya

Nantikan lanjutannya di
Wooyoung feel: Tiffany
^^



{Desember 5, 2010}   [One Shoot] Kematianku

Cast :
• Park Jiyeon (T-Ara)
• Lee Taemin (SHINee)
• Ryu Hwa-Young (T-Ara)
• Lee Sung Jong (Infinite)
• Ryu Hyo-Young (Co-Ed School)
• Luna f(x)
• Suzy (miss A)

Namaku Jiyeon, di sekolah aku adalah siswa yang sangat pendiam dan jarang bergaul dengan teman-teman di kelasku. Entah mengapa sepertinya mereka membenciku. Dulu aku pernah ingin bergabung bersama sekelompok anak-anak gaul di sekolahku, tapi mereka malah meremehkan dan mengusirku. Semenjak itu aku jadi tidak suka bergaul. Itu sekilah masa laluku.

“Jiyeon-ah, mau pergi ke sekolah bersama?” ajak seorang temanku, dia bukan sekedar teman bagiku dia adalah sahabatku.
“Aniyo, kau duluan saja aku masih ada sedikit urusan.” Jawabku sembari tersenyum padanya.
“Baiklah, kalau begitu aku duluan saja.” Sahutnya.
“Ne!” balasku.
“Bye” ia melambaikan tangan sembari menjalankan motornya.

Aku dan Taemin sudah bersahabat sejak kami masuk ke sekolah yang sama. Dan sampai sekarangpun kami masih bersahabat dengan baik. Walaupun rumah kami berjauhan, tetapi hamper setiap pagi Taemin selalu menjemputku.

“Umma, aku pergi dulu.” Aku segera berlari keluar ketika urusanku selesai.
“Ye, hati-hati ya!” kata umma.aku segera pergi ke halte bis, dan untung saja aku tidak terlambat karena ini adalah bis terakhir yang berangkat pagi.

Sampai di halte dekat sekolahku, aku bertemu dengan si kembar. Mereka adalah Hwa-young dang Hyo-young. Mereka terkenal seagai kembar yang sangat modis. Aku tidak mengenal mereka, tapi mereka sangat ramah pada semua orang mereka juga sangat terkenal dan pandai.

“Hai, kamu yang waktu itu menolongku merapikan buku di perpuskan?” Tanya salah seorang dari si kembar.
“Oia, kamu pasti bingung.” Kata salah seorang lagi
“Perkenalkan namaku, Hyo-young dan ini kembaranku namanya Hw-young” kata Hyo-young.
“Apa kamu masih ingat yang waktu itu?” Tanya Hwa-young
“Yang di perpus?” tanyaku mengulang.
“Ya, yang waktu itu.” Ia langsung menjawab dengan wajah yang berbinar.
“Hahaha… terimakasih telah menolong saudara ku yang ceroboh ini ya.” Hyo-young berterimakasih
“Bagaimana sebagai balasannya kau kami beri tumpangan ke sekolah?” tawar Hwa-young.
“Kamsahamnida, hajiman aniyo.” Jawabku sopan.
“Kau tak usah ragu” kata Hyo-young, lalu keluar dari mobil dan menarik tanganku menyuruhku masuk mobil mereka.
“Hahaha… ayolah” bujuk Hwa-young.
“yaya, baiklah” akhirnya aku menyerah
Kami melaju dan tidak terasa kami sudah berada di lapangan parkir.
“Gumawo atas tumpangannya.” Ucapku seraya pergi meninggalkan meeka dan berjalan menunduk menuju kelas.
“Hati-hati ya…” Hwa-young melambaikan tangannya padaku.
________________________________________

Setiba di kelas aku disambut dengan wajah yang masam dan senyuman sinis dari seorang teman sekelasku, yaitu Luna. Dia adalah salah seorang dari dua temanku yang senang menindasku dan mempermalukanku.

“Ya, ngapain kau dengan si kembar?” tanyanya sinis dan selalu ingin tahu.
“Kau ingin terkenal seperti mereka?” Tanya seorang lagi, namanya adalah Sung Jong.
“Tidak mungkin dia bisa terkenal seperti si kembar, cantik saja tidak.” Sahut Luna menjenkelkanku. Tapi aku tetap diam.
“Ya, jangan ganggu Jiyeon.” Kata seseorang dari luar.
“Hah! Si pecundang.” Balas Sung Jong di sambut ketawa teman-teman sekelas.
“Joriga!” Taemin mengusir mereka denan tatapan yang tajam
“Mworago? Kau siapanya dia!” jawab Luna.
“Aku sebagai ketua kelas dan yang bertanggung jawab atas kelas ini melarang kalian untuk berkelahi di kelas!” Taemin si ketua kelas dan sahabatku membelaku. “Cepat duduk ke bangku kalian!” perintahnya lagi.
“AH!” Luna berteriak.
“Jjajeungna!” rintihku dengan suara yang kecil.
“Gwaenchanayo?” Tanya Taemin perhatian.
“Ne, gumawoyo.” Aku hanya tertunduk dan segera menuju ke bangkuku.

Sebenarnya aku sediah tapi apa boleh buat, aku hanya sendirian dan tak merasa berkawan di kels ini selain dengan Taemin. Tapi, Taemin sekarang sudah jarang bersamaku karena dia amat sibuk dengan tugasnya sebagai ketua kelas dan binbingan yang dia ikuti di sore hari.

Terus terag saja Taemin adalah anak yang termasuk pandai di kelas, ia selalu menjadi juara 1 di kelas. Jadi, aku sadar diri saja, dia juga lumayan tampan dan aku sadar aku mulai harus membiasakan diri sendiri. Walaupun aku tahu dia berusaha mendekatkan diri padaku, tapi aku masih harus menjaga jarak dengannya.

“Baiklah teman-teman karena hari ini Park Dong Bo son saeng tidak bisa masuk karena dia sedang sakit, maka dia memberikan tugas untuk mencatt pelajaran yang akan dia ujikan setelah dia sembuh dari sakitnya.” Jelas Taemin
“Memangnya dia sakit apa?” Tanya seorang siswa.
“Aku juga kurang tahu dia sakit apa, tapi dia memberikan tugas padaku untuk menyuruh kalian mencatat.” Ia menjawab.
“Yayaya, sebaiknya kau cepat catat di papan tulis!” sahut seorang siswa lagi dari belakang tempat dudukku.
“Baiklah, aku akan minta bantuan pada Jiyeon utnuk mencatatnya di papan tulis.” Ia melihat ke arahku. “Bisakah kau mencatatnya Jiyeon-ah?”
“Mengapa kau memintaku?” aku bertanya dengan suara an kecil.
“Sudahlah, kau jangan banyak Tanya. Cepat catat tugasnya dan setelah tu kita selesai.” Jawab siswa yang berada di belakangku tadi.
“Sudahlah kalian ini jangan rebut!” bentak Taemin. “Nah, Jiyeon-ah tolong mulai mencatat”
Aku maju dan menganbil buku yang diberikan Taemin padaku, lalu mengambil kapur dan mulai mencatat di papan tulisn yang masih bersih itu.
“Ah, kau tidak bisa menulis ya?” teriak seorang yang aku kenal suaranya.
“Jelek sekali tulisanmu!” aa lagi yang berkata seperti itu.

Aku menoleh ke belakang dan ternyata Luna dan Sung Jong yang dari tadi mengejekku. Aku kembali menulis di papan tulis. Walaupun mereka bilang tulisanku jelek, aku tidak perduli. Aku harus segera menyelesaikannya.

“Hei, yang rapi dong tulisannya. Gak bisa kebaca tuh!” teriak seorang siswi
“Mianhae” aku menoleh ke belakang dan minta maaf padanya.
“Sudahlah, kalian cepat catat saja!” Taemin membelaku lagi.
“Kamsahamnida Taemin-ah, kau masih perhatian padaku.” Ucapku dalam hati.
Akhirnya selesai juga catatan ini, dan aku kembali duduk di bangkuku dan mengambil buku catatan di dalam laci. Tiba-tiba ada seseorang yang menydorkan sebuah buku yang bertuliskan catatan Bahasa Inggris.
“Ambillah dan catatlah setelah selesai kau bisa mengembalikannya.” Sodor Taemin
“Taemin-ah kau terlalu baik padanya!” sela salah satu siswi, lalu menarik tangan Taemin dan menjauh dariku.
“Gumawo, Taemin-ah”
“Ne, mianhae aku harus pergi.”
“Geunde….”

Taemin menatap ke arahku tapi apa daya tangannya sudah di tarik. Aku dengar yang menarik tangan Taemin itu adalah Suzy dan dia memang menyukai Taemin dari dulu.

“Haha, kasian sekali kau tak berkawan.” Luna kembali mengejekku.
“Dasar cupu!” tambah Sung Jong
________________________________________

Pelajaran hari ini berakhir, aku segera pulang ke rumah dan mengunci diri di kamar.

“Jiyeon-ah, makanlah dulu” teriak ibuku dari lantai bawah
“Ne, umma!”

Tapi aku tidak mau keluar kamar dan aku tertidur pulas sampai keesokan paginya. Walaupun tubuhku dan pikiran ku terasa lebih segar hari ini, tai entah mengapa aku sangat malas pergi ke sekolah.

“Jiyeon-ah, makan dulu sebelum pergi ke sekolah!” teriak umma
“Ne umma, aku segera turun.” Jawabku

Aku segera turun ke bawah dan medapati umma dan appa sudah siap dan sedang duduk di ruang makan menanti kedatanganku.

“Kenapa kau semalam tak turun untuk makan?” Tanya appa sambil terus membaca Koran
“Aku lagi tidak mood untuk makan.” Jawabku
“Apa kau sakit?” Tanya umma khawatir.
“Ani umma, hanya perlu istirahat saja.” Jawabku lagi
“Kalau ada sesuatu yang perlu kau bicarakan katakana saja pada appa, jangan disimpan dalm hati.” Kata Appa perhatian.
“Baiklah, kalau begitu habiskan makananmu dan segera pergi ke sekolah sebelum kau terlambat.” Kata umma.
“Ne”
Selesai makan aku segera berpamitan pada appa dan umma.
“Hati-hati di jalan.” Umma memperingatkan.
“Ne” hari ini perasaanku agak sedikit sesak dan tidak enak. Entah mengapa,biasanya perasaanku tidak seperti ini. Aku mulai khawatir dengan diriku sendiri
“Ah, hanya perasaanku saja!” aku menguatkan diriku sendiri

Tapi entah kenapa kepalaku tiba-tiba sangat sakit dan sangat pusing. Aku merasa di sekelilingku berputar. Aku memaksakan diri untuk berjalan ke halte.

Sebelum, tiba-tiba aku ……
________________________________________

Di Sekolah

Bel sudah berbunyi, dan wali kelas segera masuk. Aku duduk di bengkuku seperti biasa. Tapi terasa ada yang berbeda dan aneh hari ini.

“Anak-anak selamat pagi!” sapa wali kelasku. Namanya adalah Nam Cha Ran son saeng.
“Selamat pagi son saeng nim!”
“Ada apa son saeng?” Tanya salah satu siswi di kelasku
“Kenapa kau menangis tersedu-sedu?” Tanya Taemin.
“Hari ini, salah satu mena kalian mengalami kecelakaan.” Aku terkejut dan langsung melihat ke sekelilingku, tapi semua bangku sudah terisi oleh siswa dan tak ada yang tak turun.
“Nugu?” aku bertanya dalam hati.
“Apakah dia selamat?” Tanya Taemin lagi.
“Setelah kecelakaan dia segera di bawa ke rumah sakit oleh orang di sekitarnya tapi….” Kalimatnya diputus oleh Taemin
“Tapi apa son saeng?” ia bertanya tak sabar
“Tapi dia tidak selamat!” lanjutnya dengan tangis yang meledak.
Seketika aku terdiam.
“Siapa dia son saeng?” Tanya Sung Jong.
“Park Jiyeon?” jawab seorang siswa di belakang tempat dudukku.
“Ne,” jawab Cha Ran son saeng.

JGEEEEERR!!!!

Bagai tersambar petir kepalaku langsung panas dan darahku terasa mengalir dengan cepat, aku segera berdiri dari tempat dudukku dan berteriak

“AKUDI SINI TEMAN-TEMAN! AKU BELUM MATI!” teriakku
Tapi tidak ada yang menghiraukanku.
“Aku tiak percaya sekarang Jiyeon tiak ada.” Luna berkata lirih. Aku segera mendatangi tempat duduknya
“Luna-ah, aku di sini di sampingmu. Apa kau tidak melihatku?” tidak ada jawaban
“Taemin-ah aku masih hidup!” aku mendatangi tempat duduk Taemin dan berterik, tapi tidak ada respon dia hanya diam dan tertunduk. Tak lama aku melihat air matanya jatuh.
“Cha Ran son saeng aku di sini!” aku berkata lemah pada Cha Ran son saeng

Tapi tetap tidak ada respon. Aku berdiri mematung di depan melihat sekelilingku. Teman sekelasku semua menangis.

“AKU DI SINI! AKU BELUM MATI!” aku kembali berteriak.
“Jadi, hari ini seluruh guru dan siswa akan berkunjung ke pemakaman Jiyeon. Mohon hubungi orang tua kalian dan dipersiapkan. Ibu harap kalian kuat!” Cha Ran son saeng berdiri tegak dan mengatakan hal yang aku piker tidak mungkin itu.

Aku segera berlari pulang ke rumah.
Di sana aku temukan appa dan umma senga menatap peti serta rumahku menjadi sangat ramai oleh orang yang menangis.

“Jiyeon-ah jangan tinggalkan umma!” aku melihat umma menangis terisak dan didampingi oleh appa

Aku mendekati peti itu, dan sangat terkejutnya diriku ketika melihat tubuhku terbaring lemah dengan wajah yang pucat itu.
Aku menangis, tak lama teman-temanku datang.

“Hwa-young, Hyo-young!” aku melihat mereka yang sudah menangis juga
“Taemi-ah?” aku melihat ia menangis juga.
“Ahjjushi, Ahjuma!” Taemin segera mendekati orang tuaku.
“Taemin.” Umma segera memeluk Taemin.
“Aku tdak bisa berkata apa-apa Ahjuma!” Taemin menangis di pelukan umma.
Orang tuaku hanya diam dan kembali menatap peti mati itu.
________________________________________

Tiba pemakamanku dan semua berkumpul tepat di depan peti matiku. Aku dibelakang mereka dan menatap dengan perasaan campur aduk.

“Umma dan appa, Taemin-ah, dan semua orang selamat tinggal.” Aku diam, aku lemah, dan aku hilang…..

Selamat tinggal!

TAMAT…

Mohon komen kalian ya chingu .
hhehe



{November 16, 2010}   Surat Sahabat

Cast :

* Hyomin (T-Ara)
* Sunny (SNSD)

Hari ini aku tak bisa datang menemuimu
Mianhae…
Dan mungkin selamanya aku tidak akan pernah bersamamu lagi
Jongmal mianhae, karena baru hari ini aku bisa mengabarimu
Dan aku tidak bisa mengabarimu secara langsung serta bertamu denganmu
Mungkin ketika engkau membaca surat ini
Aku tak lagi di sisimu sahabat
Kau jangan marah padaku
Aku sangat sayang padamu
Tapi aku akan melihatmu dari atas
Mengawasimu dan akan selalu menjagamu sahabat
Jangan pernah lupakan aku
Aku sangat menyayangimu
Dan aku tidak akan pernah melupakanmu
Menangis ketika kau membaca surat ini tidak ada artinya bagiku
Aku hanya ingin kau melihatmu tersenyum bukan menangis
Jadi, kau harus selalu bahagia
Karena itu juga yang dapat membuatku hidup tenang di dunia baru ini
Dunia yag indah ini, mungkin aku akan betah
Dan kau harus berjanji untuk menjengukku di tempat peristirahatanku setiap minggu
Karena aku selalu menunggumu
Aku akan sangat merindukanmu
Jaga dirimu baik-baik
Sampai jumpa lagi sahabat
Salam sayang…..
Sunny …

Nah, chingu yang sudah membaca post ini tolong berika komentarya ya. supaya aku bisa memperbaiki dan membuat post yang lebih baik lagi. komentar chingu aku tunggu ya ..
gumawo ^^



wew . Indonesia-Korea … friendship sharing
sirng” aja biar artis korea sering dtg k Indonesia
hha
stuju ??

Indonesia-Korea Friendship Sharing Concert 2010 All Credit o(_ _)o big thanks to:  koreanupdates@twitter + KQer Re-upload: me ^^   YT. lindariati     ^^ aq penasaran, adek2 kecil yg nari itu yg pernah tampil di starking bukan ya? … Read More

via koreanindo



{Oktober 10, 2010}   It’s me

Anneyeong

Introduce

Jo neun Fiza imnida
Tapi, nama korea aku Kang Woo Yun
nama ini memiliki arti yang sangat bagus menurut aki

aku juga ingin kalian mengenalku terlebih dahulu, setelah itu kalian bisa membaca tulisan-tulisanku nanti.

silakan mampir ke blogku yaa,

dan aku mohon kritik dan sarannya untuk kemauan blogku. aku bukanlah orang yang pandai menulis dan berkata-kata. tapi, aku hanya ingin mencari teman untuk mendukungku dalam kegiatan ini.

gumawo ^^



{Oktober 10, 2010}   Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!



et cetera