Jakoholic1's Blog











{Januari 1, 2011}   [One Shoot] Aku, Sahabatku

Cast :
– Kevin U-Kiss
– IU
– Luna f(x)
– Go Hara Kara

“Kenapa kamu gak nembak dia? Padahal kan dia suka benget sama kamu. Dan kamu tau hal itu.“ Senggol IU ketika mereka melihat Luna duduk sendiri.

“Iya, tapi sampai saat ini aku enggak bisa suka sama dia.“ Jawab Kevin sambil tertunduk.

“Belajarlah pasti kau bisa.“ IU tersenyum manis.

“Maunya sih gitu, geunde aku juga lagi suka sama seseorang…“ kata-kata Kevin terputus.

“Nuguseyeo?“ IU yang kaget spontan langsung bertanya.

“Teman dekatnya dia. Kamu pasti tau orangnya!“ Kevin lalu melihat IU lekat

“Aniyo… emang siapa, jangan-jangan aku? hahaha“ ia tertawa karena perkataan dirinya sendiri.

“Tepat!”

“Ha?” IU terbengong denan jawaban jujur Kevin. Kevin hanya memandangnya.

“Ah bercandamu kelewatan”

“Ani! beneran aku serius, dua rius malah. Selama ini kamu hanya memikirkan orang lain, tapi kamu enggak pernah memikirkan perasaanmu sendiri. Aku yakin pasti kamu mencintai aku, katakan IU!“ Kevin segera mendesak IU.

“Enggak!“ tampik IU tegas.

“Aku melakukan semua ini tanpa memikirkan apapun, lagian aku enggak suka sama kamu!“ lanjut IU.

“Kamu bohong! Bilang aja kamu suka sama aku“ Kevin terus mendesak IU.

“Enggak! aku enggak pernah bohong apalagi sama perasaan ku sendiri.“ IU mengulangi kalimatnya lagi lalu pergi eninggalkan namja itu, entah dia menangis atau tidak.

Sepulangnya, di jalan IU terus berfikiran seperti itu.
Sampai esok harinya lagi dia kembali bertemu dengan namja itu dan memintanya datang setelah pulang sekolah ke bangunan tua di belakang sekolah. Walaupun gak malas, tapi dengan terpaksa IU akhirnya menyanggupinya.

Dengan alasan yang dibuat-buat untuk menutupi permasalahannya dengan Kevin, IU membuat alasan yang cukup masuk akal. Sepulang sekolah IU segera memisahkan dirinya dari Luna, sahabat baiknya yang sedang suka dengan Kevin.

“Apa perlu aku menunggumu?“ Luna menawarkan.

“Anieyo, aku akan pulang sendiri nanti.“ IU meyakinkan.

“nde, kalau ada apa-apa telpon aku segera ya!“ Dengan baik hati Luna kembali menawarkan diri.

“Ok! Sampai etemu besok di sekolah“ IU tersenyum sedikit terpakasa, tapi tetap manis.

“Bye!“ seger Luna meninggalkan kelas dan bergabug dengan anak-anak lain.

Sepeninggal Luna IU segera membereskan barang-barangnya dan lansung menuju ke tempat antara IU dan Kevin berjanjian akan bertemu.

“Akhirnya kamu datang juga.“ Kevin segera menarik tanagan IU.
“Ada apa kamu manggil aku ke sini?“ dengan wajah poles IU bertanya.

“Masa kemarin aku kurang jelas mengatakakannya? Aku ingin kamu ngejawab pertanyaanku yang kemaren.“ Dengan santai dan tangan yang dilipat di depan dada Kevin berbicara.

“Pertanyaan yang mana?“ IU mencoba memastikan.

“Kamu lupa?“ Kevin agak kecele denga pertanyaan balik dari IU.

“….“ IU diam.

“Oke aku akan mengulangnya lagi, mau gak kamu jadi ‘pacar‘ aku?“ Kevin kembali dengan wajah dan tutur kata yang lembut.

IU terdiam, ia sedikit menunduk. Tapi matanya mulai basah, entah apa yang terjadi padanya. Kevin yang memandangnya heran segera saja mengangkat wajah IU yang tertunduk.

“Mengapa kau menangis?“ tanya Kevin perhatian.

“Mian…. aku..ak…ak…, aku enggak bisa!“ jawab IU dengan nada suara yang bergetar dan segera menangis. Bibir IU tidak sanggup lagi bergerak untk mengeluarkan kata-kata, dan ia berusaha menyembunyikannya dengan mengigit bibirnya. IU kembali tertunduk dan menangis.

Perlahan dengan lembut Kevin kembali mengangkat wajah IU yang sedang tertunduk. “Aku benar-benar cinta sama kamu.“ dan setelah mengatakan kalimat itu, tiba-tiba bibir Kevin sudah menempel di bibir IU. Dan IU hanya bisa diam, dan membalas kecupan itu dengan lembut. Cukup lama mereka melakukan hal itu, tanpa mereka sadari
seorang gadis sudah berdiri di depan pintu bangunan tua itu. Luna.

Mereka (IU dan Kevin tentunya) yang sedang berciuman dengan mesra itu akhirnya menyadari kehadiran seseorang lagi diantara mereka.

“Lu…Luna…, mian….“ spontan Luna langsung berlari keluar, dan IU mengejarnya. Tapi tangan IU di cekal oleh Kevin.

“Apa-apaan sih, lepasin aku!“ pekik IU, tapi Kevin mengalah tetap berusa menahannnya. Tangan Iu akhirnya lepas dari genggaman Kevin.

IU segera berlarian mengejar Luna tanpa memeredulikan Kevin lagi, yang hanya ada di pikirannya sekaranga adalah Luna Luna dan Luna.
Sesampainya di jalan raya yang sangat ramai dengan kendaraan, Luna segera menyeberang. Tapi tiba-tiba ada sebuah truk yang ingin menabraknya…..

“Luna awas!!! IU mengejar Luna, supir truk itupun segera berusaha menghentikan lajunya. IU segera berlari tanpa pikir panjang mberusaha melindungi Luna. Tubuh Luna segera di dorong oleh IU hingga tubuhnya terjatuh ke trotoar seberang jalan tapi ………..

Luna selamat, IU segera dilarikan ke rumah sakit.
________________________________________

“Semuanya gara-gara kamu, kalau kamu enggak lari ke jalan raya yang ramai itu, IU pasti enggak akan seperti ini!“ teriak seorang pria pada Luna.

“Ini bukan salahku tapi salah dia sendiri, kenapa dia mengejar aku?“ sebuah jawaban yang amat egois yang keluar dari mulut sahabat seseorang yang serang terbaring lemas di salah satu kamar rumah sakit itu.

“Karena dia sayang sama kamu!“ jawab pria itu, Kevin dengan suara keras dan membentak serta memaki.

“Ya! Dengar. Kalu dia sayang padaku kenapa dia berciuman dengan orang yang disukai sahabatnya?“ Luna masih egois.

“Aku yang menciumnya, dan itu karena aku suka sama dia, bukan dia yang suka sama aku. Aku yang nembak dia, dan dia hanya mikirin kamu dalam semua itu. Dia selalu berusaha menjauh dari aku, dan menbujukku untuk menembakmu. Tapi aku enggak mau, aku mencintai IU!“ Kevin mempertegas dan memperjelas semua kejadian yang salah paham itu.

“Tetap saja aku enggak akan pernah sudi dia jadian sama kamu, aku yang lebih cinta sama kamu bukan dia!“ tembak Luna.
“Dengar ya Luna, orang yang rela berkorban demi kamu, itulah orang yang aku cintai!“ tak enti-hentinya Kevin membentak Luna yang egois itu.

Tiba- tiba seorang pria paruh baya keluar dari rungan dengan menggunakan jubah putih diikuti dengan seorang suster di belakanganya. Sedangkan di dalam masih banyak para suster dan dokter yang berkerumun menangani kondisi IU yang terlihat lemah itu. Salah seorang Dokter akhirnya keluar terlihat sedikit cemas dan segera melihat ke arah mereka berdua (Kevin dan Luna).

“Maaf, teman kalian membutuhkan banyak donor darah, karena dia kehilangan banyak darah. Dan saat ini kam tidak punya golongan darah yang dia butuhkan saat ini.“ Kata sang dokter.

“Ambil darah saya aja Dok!“ tanpa pikir panjang Kevin mengarahkan tangannya kepada sang dokter.

“Baiklah, tapi kami harus memeriksa terlebih dahulu apakan golongan darah anda cocok dengan golongan darah teman anda ini.“ Jawb dokter tersebut.

Setelah diperiksa, golongan darah Kevin tidak cocok dengan golongan darak IU, sedangkan orangtua IU sudah meninggal dan ia tidak punya saudara di kota ini.

“Dok, pasien ini memanggil-manggil nama ‘Kevin‘ dari tadi.“ Suster yang meapor sepertinya habis berlarian karena nafasnya agak tersengal-sengal.

“Baik suster saya akan segera menemui IU!“ sahut Kevin mantap.
________________________________________

Kevin datang dengan wajah yang sedih, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Sedikit kesadaran IU terlihat di mata Kevin sewaktu ia menggenggam tanga IU yang pucat dan lemas

“IU kamu sudah sadar?“ tanya Kevin agak kager tapi senang.
IU tersenyum sedikit dan dengan susah payah ia mengucapkan sebuah kalimat permohonan.

“Kevin, kalau aku udah gak bisa bertahan lagi aku mohon jaga Luna untukku, aku mohon…“ kata Ryako terbata-bata sambil menangis.

“Huss! Kamu enggak boleh ngomong begitu!“ Kevin kembali menggengam erat tangan IU.

________________________________________

Akhirnya golongan darah yang dibutuhkan IU sudah datang. Keesokan harinya IU sudah mulai membaik dan Kevin turus datang untuk menjenguk serta begantian jga dengan kakak angkat IU yaitu, Go Hara.

Seminggu kemudian, IU sudah bisa pulang dengan kondisi yang masih agak lemah, dia kembali ke ruamahnya.

Dan sudah 5 hari setelah 2 hari kejadian itu tidak ada kabar apapun dari Luna karena ia tidak masuk sekolah lagi. IU yang mendengarnya kaget sekali.

Tiba-tiba dari pintu luar terdengar ketukan pintu. Go Hara segera berdiri untuk membuka pintu itu.

“Biar aku saja unni.“ Cegah IU.

“Baiklah, hati-hati IU.“ Sahut Hara agak cemas.

Kemudian Iu berjalan ke depan pintu dan mencullah seorang pria berjas hitam rapi. IU agak sedikit heran dengan orang ini. Orangitu mengaku bahwa ia adalah orang suruhan Luna untuk nmengantarkan sebuah amplop yang berisi kertas surat di dalamnya.

“Maaf apakan anda yang bernama IU?“ tanya seorang pria tersebut.

“Iya benar, ada apa?” Tanya IU agak sedikit heran.

“Saya hanya ingin mengantarkan amplop ini.” Pria itu memberikan sebuah amplop coklat kecil.

“Oh, terima kasih. Dari si…..” ketika hendak bertanya orang itu sudah pergi.

“Tunggu….! Aaakh aw…” Iu sedikit berteriak namun kepalanya agak sedikit sakit.

“Ada apa IU?” Tanya Go Hara dan Kevin dari dalam segera berlari mehampiri IU.

“Tidak apa.” IU segera digendong oleh Kevin masuk ke dalam.

“Siapa tadi yang mengetuk pintu, IU?” Tanya Go Hara.

“Molla.” IU memonyongkan bibirnya

“Jadi, tadi dia hanya memberikan ini dan bilang kalau ia disiruh oleh Luna memberikan ini padaku.” Jelas IU pada Hara dan Kevin.

“Apa isinya?” Tanya Hara penasaran.
IU segera membukanya yang disaksikan oleh Kevin dan Hara di sampingnya.

“Apa isinya IU?” Kevin segera buka mulut.

IU segera membacakan isi surat singkat itu;
IU mianhae semua ini kesalahanku Aku tidak tahu kalau sebenarnya kau menyukai Kevin dan aku juga meghalangimu bisa dekat dengan Kavin selama ini. Mungkin saat kamu membaca surat ini, aku udah enggak ada lagi di sini. Aku harus pergi ke Swedia, menyusul orang tuaku dan aku akan tinggal dan sekolah di sana serta mentap di sana. Aku harap hubunganmu dengan Kevin bisa berjalan baik, aku juga sudah merelakannya. Selamat tinggal dan sampai jumpa lagi kawan. Semoga kalian bisa bahagia bersama dan cepat sembuh ya IU. Aku merindukanmu. Doakan aku juga yea semoga aku bisa ngedapetin cowok yang cocok yang lebih baik lagi. Selamat tinggal
Saat itu juga IU menangis membacanya dan Kevin segera memeluknya erat. Akhirnya mereka berdua pun dapat dengan tenang melanjutkan hubungan yang rumit ini dengan mudah.

“Selamat tinggal Luna, semoga kau bahagia dan kita bisa bertemu lagi“ ucap IU dalam hati.

Hara yang melihat tangis gembira IU ikut tersenyum dan memeluk erat adik angkatnya yang di sayangi itu, Kevin pun bahagia dan mereka semua berbahagia dan bisa tersenyum lepas.

***
LUNA :
“Perkenalkan nama ku Luna, senang bisa berkenalan dengan kalian.“ Perkenalan singkat dari Luna pada teman-teman barunya di kelas.

Sementara di pojok kelas itu ada seseorang cowok yang memperhatikannya dari pertaman perkenalan, lalu ia tersenyum manis…..

THE END



wuaaa luna egois ya disini,,beda banget sama luna yg asli xD
nice ff ^^



hha iya ya ..
alnya bgg spa lg shbat yg dket banget kea luna sma IU .
keep reading ya :))



ska dong
hha~ ^^



karakter luna sini nhgeselin…
ada IU lg…uwaaaa….
aku lg demen ma IU…

ahiyah…mampir ya blogku http://sevendreamworld.wordpress.com/
msh sepi nih hhe
gumawo



iya nieh , sama lagi demen sama IU juga
makasih udah mampir ya ..
(^^)



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: